Berita Dan Peristiwa ,Politik Dana Mbojo

Harga Jagung Petani Anjlok, PT CPI Cabang Bima Siap Membeli Jagung Kering KA 15 Harga Rp4.400

Harga Jagung Petani Anjlok, PT CPI Cabang Bima Siap Membeli Jagung Kering KA 15 Harga Rp4.400

Tak Layak Lagi Dapat Bantuan, Penerima PKH dan BPNT 2024 Tahap 1 Ini Dicoret dari DTKS

Pemerintah mempercepat penyaluran bantuan sosial (bansos) Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) tahap 1 tahun 2024 menjelang Pemilu

Tampilkan postingan dengan label PERISTIWA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PERISTIWA. Tampilkan semua postingan

Kamis, 25 April 2024

Akademisi Kritik Polisi Tangkap 5 Pendemo gegara Tuntut Kenaikan Harga Jagung



Bima-​ Dosen Universitas Muhammadiyah Bima (UMB), Taufik Firmanto, mengkritisi sikap Polres Bima Kota, Nusa Tenggara Barat (NTB) yang menangkap dan menetapkan lima pengunjuk rasa sebagai tersangka. Lima warga Desa Laju, Kecamatan Langgudu, Bima, menjadi tersangka setelah memblokir jalan saat aksi unjuk rasa menuntut kenaikan harga jagung.

Taufik menilai penangkapan kelima pendemo tersebut merupakan upaya membungkam aspirasi masyarakat. Ia mengatakan, tindakan represif aparat dapat menimbulkan ketakutan masyarakat dalam berekspresi.

Masyarakat yang mengutarakan pendapatnya ditindas polisi, kata Taufik  , Selasa (23/4/2024).

Baca juga:

Menurut Dekan Fakultas Hukum UM Bima, penetapan tersangka terhadap lima pengunjuk rasa merupakan bentuk kriminalisasi. Permasalahan tersebut, lanjut Taufik, merupakan ancaman serius terhadap iklim demokrasi dan kebebasan sipil di Bima.

“Para pengunjuk rasa yang ditangkap dan ditetapkan sebagai tersangka merupakan korban pelecehan peradilan . Sistem hukum digunakan untuk mengkriminalisasi warga negara yang aktif berpikir,” imbuhnya.


Taufik menjelaskan, aspirasi masyarakat melalui kritik masyarakat merupakan bagian penting dalam negara demokrasi. Menurut dia, aksi demonstrasi yang dilakukan warga Bima juga merupakan bagian dari peran masyarakat sipil dalam mengawasi kinerja pemerintah.

Kenapa ditangkap seperti teroris? Padahal WNI yang ditangkap ini bukan pelaku kriminal, imbuhnya.

Ia kemudian menyinggung aksi demonstrasi tersebut sebagai aspirasi para petani terkait anjloknya harga jagung. Dalam konteks itu, lanjut Taufik, pihak berwenang harus memahami kondisi sosial ekonomi warga Bima.

“Polisi gagal mendalami suasana batin masyarakat. Mereka tidak memahami kondisi sosial ekonomi masyarakat Bima dan hanya berusaha menegakkan hukum dengan mata kuda, hukum ditegakkan seolah-olah hanya untuk kepentingan masyarakat. Demi hukum. Mereka lupa memanusiakan manusia sebagai hakikat dan substansi tujuan hukum itu sendiri,” pungkas Taufik.

Sebelumnya, lima warga Desa Laju, Kecamatan Langgudu, Bima, ditangkap polisi saat aksi unjuk rasa pada Sabtu (20/4/2024). Kelima warga Laju yang diamankan berinisial SP, MD, MT, WS, dan RA.

Wakapolres Bima Kota Kompol Herman mengungkapkan kelima warga itu diduga mengganggu ketertiban umum dengan memblokir jalan saat demonstrasi menuntut kenaikan harga jagung. Menurutnya, jalan raya merupakan fasilitas umum. "Pemblokiran jalan adalah tindak pidana," kata Herman, Senin (22/4/2024).

Kelima warga itu terancam pidana 9 tahun penjara maupun denda sesuai Pasal 192 ayat (1) KUHP. Mereka juga dapat dikenakan maksimal 15 tahun bui sesuai Pasal 192 ayat (2) KUHP. Selain itu, pemblokiran jalan juga dapat dikenakan Pasal 63 Undang-Undang (UU) Nomor 38 Tahun 2004 tentang Jalan. Pelaku dapat diancam pidana maksimal 18 bulan penjara atau denda paling banyak Rp 1,5 miliar.

Minggu, 31 Maret 2024

Kapan Gerhana Akan Terjadi Lagi? Terdekat Ada Gerhana Matahari 8 April



Jakarta -

Gerhana Bulan Penumbra terjadi pada tanggal 25 Maret 2024. Fenomena tersebut merupakan salah satu dari sekian banyak fenomena gerhana yang akan terjadi sepanjang tahun 2024. Lantas, kapan gerhana kembali terjadi pada tahun 2024?

Menurut laporan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika ( BMKG ), dalam waktu dekat fenomena gerhana pasca Gerhana Bulan Penumbra pada 25 Maret 2024 akan menjadi Gerhana Matahari Total pada 8 April 2024.

Baca juga:

Gerhana Bulan Penumbra 25 Maret 2024

Fenomena gerhana pertama pada tahun ini adalah Gerhana Bulan Penumbral yang terjadi pada tanggal 25 Maret 2024. Berdasarkan informasi BMKG, gerhana ini dapat diamati dari wilayah Indonesia, tepatnya Papua dan sebagian wilayah Maluku.

Menariknya, waktu terjadinya Gerhana Bulan Penumbra pada 25 Maret 2024 terjadi pada sore hari. Untuk fase gerhana dimulai pada pukul 11.50 WIB, kemudian fase puncak gerhana pada pukul 14.12 WIB, dan fase gerhana berakhir pada pukul 16.34 WIB.

Gerhana Bulan Penumbra adalah ketika posisi Bulan, Matahari, dan Bumi sejajar, dimana seluruh Bulan memasuki bayangan penumbra Bumi. Sehingga Bulan tetap terlihat dengan warna suram atau tampak lebih redup.

Gerhana Matahari Total 8 April 2024

Fenomena gerhana kedua pada tahun ini adalah Gerhana Matahari Total yang terjadi pada 8 April 2024. Ini merupakan fenomena gerhana matahari pertama di tahun 2024. Namun gerhana ini tidak bisa diamati dari Indonesia.

Menurut informasi dilansir situs Langit Selatan , gerhana ini hanya bisa disaksikan oleh pengamat di Amerika Tengah dan Amerika Utara. Jalur gerhana total dimulai dari Samudera Pasifik dan mengarah ke Meksiko, Amerika, dan Kanada.

Gerhana matahari total adalah gerhana matahari yang terjadi ketika piringan Matahari tertutup seluruhnya oleh piringan Bulan. Saat gerhana ini terjadi, piringan Bulan bisa tampak sebesar piringan Matahari, bahkan bisa lebih besar.

Baca juga:

Gerhana Bulan Sebagian 18 September 2024

Fenomena gerhana ketiga pada tahun ini adalah Gerhana Bulan Sebagian yang terjadi pada 18 September 2024. Ini merupakan fenomena gerhana bulan kedua setelah Gerhana Bulan Penumbra, namun tidak bisa diamati dari Indonesia.

Menurut informasi yang dilansir situs Langit Selatan , gerhana ini hanya bisa disaksikan oleh pengamat di Amerika, Eropa, Afrika, sebagian Asia bagian selatan, Samudera Pasifik, Samudera Atlantik, Arktik, Antartika.

Gerhana bulan sebagian adalah gerhana bulan yang terjadi ketika sebagian atau seluruh penampang Bulan tertutup bayangan Bumi. Dengan kata lain, Bumi tidak sepenuhnya menghalangi sinar Matahari dari Bulan. Gerhana Bulan Sebagian disebut juga Gerhana Bulan Sebagian.

Sabtu, 03 Februari 2024

Gegara Tak Dipinjami Uang 25 Ribu, Pemuda Di Kota Bima Tega Tusuk Teman Sendiri











KOTA BIMA || Tim Opsnal Polsek Rasanae Barat Polres Bima Kota Bima Polda Ntb dibawah kendali Kapolsek Rasanae Barat AKP Sirajuddin, SH dan dipimpin langsung Katim Opsnal AIPDA Rahmansyah, SH mengamankan terduga pelaku penusukan yang terjadi di Lingkungan Sarata Kelurahan Paruga Kecamatan Rasnae Barat Kota Bima, Pada Senin (29/01/2024) Sekira pukul 21,00 Wita

Kapolsek Rasanae Barat AKP Sirajuddin, SH melalui Panit Binmas AIPDA Nanang Kurniawan, SH membenarkan peristiwa tindak pidana penusukan dan atau penganiayaan terhadap korban Inisial ED (23/L) pekerjaan swasta,  Alamat Kel. Paruga Kec. Rasanae Barat Kota Bima yang dilakukan Sdr. FP (22/L) swasta, beralamat sama dengan dengan korban.

Adapun kronologis kejadian pada awalnya, sdr ED lagi duduk-duduk bersama temanya, sdr AR (43) di ligkungan sarata Kel Paruga Kec Rasana’e Barat Kota Bima, tiba-tiba datang sdr FP menusuk sdr ED sebanyak 2 kali, sehingga mengalami luka robek dibawah paha kanan dan betis kanan, kemudian korban di bawa oleh sdr AR ke Puskesmas Paruga untuk mendapatkan perawatan medis.

Hasil pemeriksaan tim medis PKM Paruga, korban mengalami Luka robek di bagian paha kanan dan luka robek di bagian betis kanan.

Panit Binmas AIPDA Nanang Kurniawan, SH menjelaskan, Pada pukul 21.30 wita gabungan piket fungsi Polsek Rasanae Barat yang diPimpin oleh KSPK ll AIPDA AIPDA MAHYUDIN, beserta Team Opsnal Reskrim turun ke TKP atas aduan Korban, dengan tujuan mengamankan Pelaku untuk menghindari adanya hal-hal yang tidak diinginkan namun setelah sampai di TKP pelaku tidak ada di tempat sudah melarikan diri, pelaku berhasil diamankan setelah Team opsnal Reskrim Polsek Rasana’e Barat melakukan penyelidikan dan pendekatan dengan pihak keluarga pelaku.

Akibat adanya kejadian penganiayaan yang dialaminya Korban merasa keberatan dan melaporkan secara resmi ke pihak Kepolisian Polsek Rasanae Barat dengan No. ADUAN/ B/18/I/2024/SPKT/Sek.Rasanae Barat/ Res.Bima Kota /Polda NTB. dan selanjutnya Anggota Piket mengantar Korban ke Puskesmas Paruga Kec. Rasanae Barat Kota Bima untuk dilakukan Visum et efertum.

“Kejadian penusukan tersebut terjadinya akibat pelaku marah kepada korban karna tidak diberikan pinjaman uang Rp25.000 sehingga tega melakukan penusukan terhadap korban dengan menggunakan golok” pungkas Nanang.


🙏SALAM NDAI SILA MAJA LABO DAHU NDAI MBOJO RO DOMPU🙏

Tinjau Kebakaran Matakando; HM. Rum, Pj. Wali Kota Bima Minta OPD Terkait Segera Respon Bantuan Tanggap Darurat Bagi Korban



Kebakaran terjadi Sabtu, 3 Februari 2024 di Kelurahan Matakando Kota Bima mengakibatkan sejumlah rumah mengalami kerusakan. Rumah-rumah tersebut dalam keadaan rusak berat sebanyak 3 unit, rusak sedang 1 unit dan rusak ringan sebanyak 1 unit.

 

Kondisi para korban yang rumahnya mengalami rusak berat saat ini dievakuasi oleh keluarga terdekatnya masing-masing di Kelurahan Matakando

 

H. Mohammad Rum, berkomitmen untuk memerintahkan OPD terkait untuk segera merespon keadaan warga korban kebakaran dengan mengerahkan berbagai bantuan guna menopang kondisi para korban. OPD dimaksud adalah Dinas Sosial, BPBD, dan Dinas Perkim Kota Bima.

 

Selama peninjauan lokasi kebakaran terungkap bahwa dugaan penyebab kebakaran di Matakando adalah adanya hubungan listrik arus pendek di salah satu rumah warga yang mengalami kebakaran.

Mengingat besarnya dampak yang ditimbulkan pada kejadian kebakaran ini, HM. Rum meminta agar warga lebih hati-hati memanfaatkan peralatan listrik rumah tangga agar kejadian serupa tidak berulang.

 

Lebih jauh, Ir. H. Mohammad Rum menjelaskan pentingnya pemerintah hadir ditengah korban kebakaran ini adalah untuk memberikan bantuan darurat, koordinasi respon yang efektif dan efisien, serta mendukung pemulihan jangka pendek dan jangka panjang, menciptakan rasa keamanan, dan memberikan edukasi pencegahan untuk masyarakat yang terdampak.

 

"Kunjungan ini adalah bentuk empati Pemerintah Kota Bima guna merespon kondisi warga yang mengalami musibah kebakaran. Kami pastikan bahwa para korban tidak akan ditinggal sendirian, akan tetapi Pemerintah Kota Bima akan terus berupaya untuk segera membantu pemulihan kondisi para korban sesegera mungkin," pungkas HM. Rum.





SALAM NDAI SILA MAJA LABO DAHU NDAI MBOJO RO DOMPU

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More