Kamis, 25 Juli 2013

ADAT & KESENIAN BUDAYA BIMA

Pacuan Kuda atau dalam bahasa Bima disebut
“Pacoa Jara” tampaknya makin marak di Bima.
Paling tidak pacuan kuda diselenggarakan 2 kali
setahun, yaitu pada hari-hari besar seperti
Hari Proklamasi (Agustus) dan Hari Pemuda
(Oktober). Pacuan kuda ini dilaksanakan dalam
bentuk kejuaraan, bahkan melibatkan juga
peserta dari daerah lain, Dompu, Sumbawa,
hingga dari Lombok. Yang menarik, hadiah bagi
jawara pacuan kuda ini tidak sedikit, sehingga
banyak peminatnya. Hadiah pertama antara
lain sebuah sepeda motor + sepasang anak sapi
+ hadiah lainnya. Setiap peserta membayar
biaya pendaftaran sebesar Rp 150.000,- Jika
ternyata kalah dan keluar, peserta yang
penasaran bisa mendaftar lagi. Nah, untuk satu
periode pacuan, jumlah pendaftar ini bisa
mencapai 800 hingga 1000 peserta! Selain di
Panda, arena pacuan ada juga di kota Bima dan
di Sila

NTUMBU ( ADU KEPALA )

Salah satu budaya bima yang masih bertahan
dan terus dikembnangkan adalah adu kepala.
Buaya dan sekalugus keseniaan ini berlokasi di
Kecamatan Wawo Kabupaten Bima. Tradisi yang
sudah berumur sama dengan keberadaan
daerah bima ini tidak sembarang orang dapat
memainkannya. Hal ini karena perlu dipelajari
secara serius dan mendalam melalui seorang
guru. Sehingga tidak heran, hanya terdiri dari
beberapa orang saja yang mampu memerankan
tradisi tersebut. Belum lama ini digelar budaya
adu kepala di halaman Kantor Bupati Bima dan
mendapat prehatian luas dari masyarakat,
termasuk turis manca negara

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar